Friday, July 22, 2011

Kemampuan Storm (X-Men) dalam Memanipulasi Cuaca

Di awal tahun 1998 sebuah projek yang bernama High Frequency Active Auroral Research Program dbimbangi tengah mencipta sebuah senjata hebat berdasarkan konsep-konsep "mesin gempa bumi" Nikola Tesla. Projek ini menurut orang2 atasan, terhadap beberapa peristiwa gempa besar, seperti gempa bumi 7,8 skala Richter (SR) di Sichuan China 12 Mei 2008, gempa bumi 7,0 SR di Haiti 12 Januari 2010 dan gempa bumi 8,8 SR di Chile 27 Februari 2010. Ketika Haiti diguncang gempa bumi berkekuatan 7,0 SR pada 12 Januari 2010 dan menewaskan sekitar 200.000 orang.

Banyak media massa yang mlaporkan pernyataan Presiden Hugo Chavez kepada surat kabar Spanyol ABC. Dalam berita disebutkan pemimpin Venezuela itu menuduh AS menyebabkan kehancuran di Haiti dengan test "senjata tektonik". Media massa Venezuela pun melaporkan bahawa gempa bumi ini mungkin dikaitkan dengan projek yang disebut HAARP, sebuah sistem yang dapat menghasilkan perubahan iklim yang tak terduga dan keras. Salah seorang pakar dari Phillips Geophysics Lab yang mengambil bahagian dalam projek HAARP pernah mengungkapkan adanya arahan yang diarahkan untuk menciptakan teknologi penyebab bencana alam.

Menurut dia, AS pernah menggunakan gelombang elektromagnetik berfrekuensi sangat rendah (extremely low frequency, ELF) yang mampu menembus lapisan tanah dan lautan hingga ratusan kilometer di dalam perut bumi. Melalui modifikasi khusus, gelombang itu mampu menggerakkan plat tektonik bumi. Pembuatan senjata semacam ini memang telah diramalkan sebelumnya. Bekas penasihat keamanan Gedung Putih Zbigniew Brzezinski dalam bukunya "Between Two Ages," menulis, "Teknologi baru akan menyediakan teknik untuk melakukan peperangan rahsia yang hanya memerlukan sedikit pasukan, seperti teknik memodifikasi cuaca yang dapat menimbulkan ribut yang berkepanjangan.

Keberadaan senjata jenis ekologi bukanlah rekaan ilmiah. Seorang pakar kesihatan bernama Dr. Rosalie Bertell mengumumkan bahwa tentera AS sedang mengerjakan sebuah sistem pengatur cuaca sebagai senjata berpotensi. Kaedahnya, termasuk mengendalikan badai dan mengatur arah penguapan air di atmosfera bumi untuk menghasilkan banjir di tempat tertentu. Dugaan ini pun diperkuat Marc Fil-terman, bekas pejabat militari Perancis yang mengatakan AS telah memiliki teknologi untuk memanipulasi frekuensi radio untuk melepaskan keadaan cuaca tertentu seperti badai dan taufan.

No comments: